• PONDOK PESANTREN YANABI'UL 'ULUM WAL HIKAM
  • Cerdas, Mandiri & Berkhlaqul Kharimah

Berpamitan Dengan Bulan Ramadhan

Oleh: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd. (28 Maret 2025)

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الكَبِيْرِ الـمُتَعَالِ ذِي الإِنْعَامِ وَالإِفْضَال الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا فَكَشَفَ لَهُ عَنْ أَعْلَى الـمَلَكُوتِ. فَأَرَاهُ سَنَاءَ الجَبَرُوتِ. حَتَّى نَظَرَ إِلَى قُدْرَةِ الحَيِّ الدَّائِمِ البَاقِي الَّذِي لَا يَمُوتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ صَلَاةً مَقْرُونَةً بِالجَمَال. وَالحُسْنِ وَالكَمَال. وَالخَيْرِ وَالإِفْضَال. أما بعد....

فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ العَظِيْمِ، إِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى فِيْ السِّرِّ وَالعَلَنِ، قال تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوْا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Maasyiral Muslimin jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Dzat yang senantiasa melimpahkan karunia dan nikmat-Nya, termasuk nikmat taufik dan hidayah, hingga kita dapat melaksanakan ibadah Jumat dalam keadaan sehat wal afiyat. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, suri teladan umat, yang mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur.

Terkadang dalam kehidupan sehari-hari, manusia lupa betapa banyak karunia yang Allah berikan. Sebagai seorang Muslim, kita dianugerahi nikmat agung berupa iman dan Islam. Nikmat ini harus kita jaga, syukuri, dan mohonkan kepada Allah agar tetap terpelihara hingga akhir hayat, saat kita menghadap-Nya di Yaumil Qiyamah.

Maasyiral Muslimin jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Tak lupa, melalui mimbar yang mulia ini, khatib berwasiat khusus kepada diri sendiri dan umumnya kepada jamaah Jumat sekalian, marilah kita sama-sama meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan senantiasa melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya.

Patut juga kita syukuri bahwa Allah masih mengkaruniakan kepada kita kesempatan menikmati ibadah di bulan suci Ramadhan ini dalam keadaan sehat wal afiyat. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mulia, bulan di mana Allah membuka seluas-luasnya pintu rahmat dan maghfirah-Nya. Segala amal ibadah yang dilakukan pada bulan ini dilipatgandakan pahalanya, bahkan terdapat malam yang mana amal ibadah di malam tersebut setara dengan melakukannya selama seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar. Sungguh kerugian yang nyata apabila seseorang keluar dari bulan Ramadhan sementara dosa-dosanya belum diampuni oleh Allah.

Oleh karena itu, saya mengajak agar kita semua memanfaatkan hari-hari Ramadhan yang tersisa ini sebaik mungkin, karena boleh jadi ini merupakan Ramadhan terakhir kita dalam kehidupan ini, dan kita tak lagi menjumpainya di masa mendatang.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Salah satu yang harus dilakukan di penghujung bulan Ramadhan ini adalah mengoreksi diri sebagai bahan evaluasi. Mulai awal Ramadhan hingga hari ini, apakah kualitas dan kuantitas ibadah kita sudah sesuai harapan?

Apabila sudah, mari jaga sekuat tenaga hingga akhir Ramadhan. Jika belum sesuai dengan ekspektasi, mari tingkatkan dengan sebaik-baiknya. Karena إِنَّمَا ٱلْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ bahwa setiap amal tergantung dengan endingnya. Hal tersebut seperti orang yang sedang lomba lari, sebaik apapun kita startnya maka akan menjadi sia-sia apabila finish terakhir atau bahkan tidak masuk papan peringkat apabila tidak finish.

Para sahabat dan salafus shalih sungguh merasa sedih dan menangis bila ditinggalkan bulan ramadhan, hal ini paling tidak disebabkan 2 alasan, yaitu:

Pertama, Kesadaran mereka bahwa dengan perginya bulan ramadhan, pergi pula berbagai keutamaan yang ada di dalamnya. Bulan Ramadhan bulan yang paling berkah, yang mana pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup? Bukankah hanya di bulan suci ini syetan dibelenggu?

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ

"Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta para syetan dibelenggu... (HR. Ahmad)."

Di bulan Ramadhan amal sunnah diganjar setara pahala amal wajib, seluruh pahala kebajikan dilipatgandakan hingga tiada batasan. Semua keutamaan itu takkan bisa ditemui jika bulan ramadhan telah pergi. Ia hanya akan datang pada bulan ramadhan setahun lagi. Padahal tiada yang bisa memastikan apakah seseorang masih hidup dan sehat pada bulan ramadhan mendatang. Inilah alasannmengapa para sahabat dan orang-orang shalih bersedih, bahkan menangis mendapati ramadhan akan pergi.

Kedua, adanya peringatan dari Rasulullah SAW bahwa semestinya bulan ramadhan menjadikan seseorang diampuni dosanya. Jika seseorang sudah mendapati bulan ramadhan, maka ia sebulan bersama dengan peluang besar yang penuh keutamaan, namun jika ia masih saja belum mendapatkan ampunan, maka ia benar-benar menjadi orang yang sangat rugi dan celaka. Rasulullah SAW bersabda:

بَعُدَ مَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ، فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ

"Celakalah seseorang yang memasuki bulan ramadhan namun dia tidak diampuni (HR. Hakim dan Thabrani)."

Para sahabat dan orang-orang shalih merasa bahwa diri mereka tidak menjamin akan mendapatkan ampunan itu, sementara jika mereka tidak dapat ampunan, mereka akan celaka. Inilah yang kemudian memberi rasa khauf para sahabat dan orang shalih. Mereka takut menjadi orang yang celaka karena tidak mendapatkan ampunan, sementara bulan ramadhan akan segera pergi. Mereka menangis, meluapkan ketakutannya kepada Allah seraya bermunajat agar amalnya diterima, mereka selalu melantunkan do’a

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَمَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتِلَاوَتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

"Wahai Tuhan kami... terimalah puasa kami, shalat kami, ruku' kami, sujud kami dan tilawah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Para sahabat dan orang-orang shalih bukan hanya berdoa di akhir bulan ramadhan. Bahkan, rasa khauf membuat mereka berdoa selama enam bulan agar amal-amal di bulan ramadhan mereka diterima Allah SWT. Lalu enam bulan setelahnya mereka juga berdoa agar dipertemukan dengan bulan ramadhan berikutnya.

Apa yang dilakukan oleh para sahabat dan orang-orang shalih ini tentu berbeda jauh dengan apa yang kita lakukan saat ini, untuk itu patutlah kita mawas diri apakah hingga akhir ramadhan ini kita sudah mendapatkan ampunan atau justru kita menjadi orang yang merugi?

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Rasulullah SAW dalam beberapa hadisnya memberikan teladan bagi kita, apa yang seharusnya kita lakukan jika kita berada pada 10 hari terakhir bulan ramadhan. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwasanya ‘Aisyah berkata:

(كان رسول الله صلى الله عليه وسلم (إذا دخل العشر شد مئزره، وأحيا ليله، وأيقظ أهله

(متفق عليه وفِ رواية مسلم: (كان يجتهد فِ العشر الأواخر ما لا يجتهد فِ غيره

“Jika masuk 10 hari akhir bulan ramadhan Rasulullah SAW mengencangkan ikat sarungnya, beliau menghidupkan malamnya dan membangunkan isterinya. Dan dalam riwayat imam Muslim: “Rasulullah SAW bersungguh-sungguh (dalam melakukan ibadah) pada 10 hari akhir bulan ramadhan dibandingkan hari-hari selainnya.

Al-Munawi dalam Faydhul Qadir menjelaskan perihal upaya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada sepuluh hari terakhir bukan sekadar bangun malam saja, akan tetapi mengisinya dengan ibadah yang lebih giat daripada malam-malam lainnya (Al-Munawi, Faydhul Qadir, [Mesir: al-Maktabah at-Tijjariyyah, 1356], jilid V, hal. 203). Selain itu, Rasulullah SAW tidak hanya beribadah sendirian, beliau juga mengajak keluarganya untuk menghidupkan malam-malam terakhir bulan Ramadhan. Keterangan ini sebagaimana disampaikan oleh Zainab binti Salamah, istri Rasulullah:

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا بَقِيَ مِنْ رَمَضَانَ عَشْرَةُ أَيَّامٍ يَدَعُ أَحَدًا مِنْ أَهْلِهِ يُطِيقُ الْقِيَامَ إِلَّا أَقَامَهُ

Artinya, "Nabi Muhammad saw, ketika 10 hari terakhir bulan Ramadhan tiba, beliau tidak pernah membiarkan anggota keluarganya yang mampu untuk melakukan salat malam (qiyamul lail) untuk meninggalkannya. Beliau selalu mengajak mereka untuk bangun dan shalat." (Riwayat yang disampaikan oleh Zainab binti Salamah, dikutip oleh Ibnu hajar al-‘Asqallani dalam Fathul Bari) (Ibnu Hajar al-‘Asqallani, Fathul Bari, [Beirut: Darul Ma’rifah, 1379], jilid IV, hal. 269).

Jika Rasulullah SAW yang maksum (diampuni dosa-dosanya) begitu giat melakukan ibadah pada 10 hari terakhir bulan ramadhan, maka marilah kita merenung sejenak, apakah kita yang tidak maksum (tidak terlepas dari dosa) patut sembrono tidak meningkatkan ibadah pada hari-hari tersebut, apakah kita tidak takut jika bulan ramadhan berlalu sementara dosa-dosa kita belum terampuni? maka jadilah kita orang-orang yang celaka. Abdullah bin Mas’ud pernah berkata: 

مَا نَدِمْتُ عَلَى شَيْءٍ نَدَمِي عَلَى يَوْمٍ غَرَبَتْ شَمْسُهُ، نَقَصَ فِيهِ أَجَلِي، وَلَمْ يَزِدْ فِيهِ عَمَلِي

Artinya, “Aku tidak menyesali sesuatu pun selain hari di mana matahari terbenam, di mana umurku berkurang sedangkan amalku tidak bertambah.” (Yusuf ‘Abdul Hamid al-Mursyidi, al-Mawsu’ah fi Tsawabil ‘Amalish Shalih, [Kairo: Dar el-Kalema, 2011], jilid I, hal. 15).

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Marilah diakhir sisa ramadan ini kita gunakan untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, perbanyak memohon ampun kepada Allah dengan harapan ketika bulan ramadhan ini lewat, dosa-dosa kita benar-benar diampuni Allah SWT.

Di antara do’a yang sangat dianjurkan rasulullah SAW untuk banyak dibaca pada bulan ramadhan adalah:

.اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ، اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا

Assalamualaika ya syahro romadhon...

assalamualaika ya syahros shiyam....

sampai berjumpa lagi wahai bulan penuh rahmat dan keberkahan...

Semoga Allah SWT masih berkenan memberikan anugrah kepada kita untuk dipertemukan kembali dengan ramadhan-ramadhan di tahuntahun yang akan datang dalam keadaan sehat wal afiyat, dan mengampuni semua dosa-dosa kita, menerima semua amalan kita di bulan ramadhan tahun ini dengan segala kekurangan yang ada, dan menyelamatkan kita dari api neraka. Amin.

 بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua 

اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ به وَ كَفَرَ. وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ سَيِّدُ الخلائق وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ مصابيح الغرر وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله مِنْ سَمَاعِ اللَغْوِ وفُضُلِ الخَبَر وَانْتَـهُوا عَمَّا نّهّاكُمْ عَنْهُ وَزَجَر وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ أَمَرَكُم بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِه،وَثَنَّى بِالمَلَائِكَةِ المُسَبِّحَةِ لِقُدْسِهِ وَثَلَّثَ بِكُم أَيُّهَا المُؤْمِنُونَ مِن بَرِيَّةِ جِنِّهِ وَإِنْسِه وَفَالَ تَعَالَى مُخْبِرًا وَآمرًا: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيّ يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ َارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى سيدنا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اَلِ سيدنا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وارض اللهم عن الخلفاء الراشدين ساداتنا أبي بكر وعمر وعثمان وعلي وعن سائر الصحابة والتابعين وتابعيهم بإحسان إلى يوم الدين وَارْضَ عَنَّا مَعَهُم برحمتك يا أرحم الراحمين.

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَقَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اللهم أعزّ الإسلام والمسلمين واخذل الكفرة والمبتدعة والمشركين. اللهم وفّق ولاة أمورنا إلى ما فيه صلاح الإسلام والمسلمين. اللهم أحببهم للرعية وأحبب الرعية منهم. واجعل جمهورية إندونيسا هذه بلدة آمنة مطمئنّة وسائر بلدان المسلمين إنك على ما تشاء قدير.

رَبَّنَا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبَنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.

 

عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ واسألوا من فضله يؤتكم وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Tulisan Lainnya
KHUTBAH IDUL ADHA

  Oleh: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd. Khutbah I الله أكبر الله أكبر الله أكبر، الله أكبر عدد ما هلل مهلل وكبر، الله أكبر

05/06/2025 17:36 - Oleh blog pondok - Dilihat 71 kali
Nuzulul Quran Jejak Wahyu di Bulan Suci Ramadan

Ditulis: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd. Khutbah I الْحَمْدُ لِلّٰهِ الكَبِيْرِ الـمُتَعَالِ ذِي الإِنْعَامِ وَالإِفْضَال

13/03/2025 16:35 - Oleh blog pondok - Dilihat 48 kali
Peringatan Isra' dan Mi'raj Serta Pentingnya Menjaga Sholat Lima Waktu

Oleh: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd. Khutbah I الْحَمْدُ لِلّٰهِ الكَبِيْرِ الـمُتَعَالِ ذِي الإِنْعَامِ وَالإِفْضَال ال

20/01/2025 15:38 - Oleh Administrator - Dilihat 118 kali
Taat Kepada Pemerintah yang Sah

Oleh: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd.  Khotbah Pertama   الحمد لله أهل الحمد والثناء، المنفرد برداء الكبرياء، المتوحد بصف

30/09/2024 09:10 - Oleh Administrator - Dilihat 100 kali
Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

Oleh: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd. Khotbah Pertama إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَن

13/09/2024 12:45 - Oleh Administrator - Dilihat 138 kali
Mengingat Mati

الحمد لله ذي العزة والجبروت. مالك الملك والملكوت. الحي الدائم الذي لا يموت. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِ

09/09/2024 09:32 - Oleh Administrator - Dilihat 131 kali
Bersyukur kepada Allah

Oleh: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd. الحمد لله أهل الحمد والثناء، المنفرد برداء الكبرياء، المتوحد بصفات المجد والعلاء

24/08/2024 16:34 - Oleh Administrator - Dilihat 305 kali