• PONDOK PESANTREN YANABI'UL 'ULUM WAL HIKAM
  • Cerdas, Mandiri & Berkhlaqul Kharimah

Bersyukur kepada Allah

Oleh:

Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd.

الحمد لله أهل الحمد والثناء، المنفرد برداء الكبرياء، المتوحد بصفات المجد والعلاء، المؤيد صفوة الأولياء بقوة الصبر على السراء والضراء، والشكر على البلاء والنعماء، والصلاة على محمد سيد الأنبياء وعلى أصحابه سادة الأصفياء، وعلى آله قادة البررة الأتقياء، صلاة محروسة بالدوام عن الفناء، ومصونة بالتعاقب عن التصرم والانقضاء.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وحده لاشريك له وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أما بعدُ

فيا عباد الله أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز من اتقى و قد خاب من طغى وع صى

 

 

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah…

Alhamdulillah, pada kesempatan mulia ini kita bisa hadir di majelis yang penuh berkah ini. Keberadaan kita di sini tidak terlepas dari anugerah dan nikmat rezeki yang telah diberikan kepada kita, sehingga wajib bagi kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah.

Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw juga harus senantiasa kita sampaikan karena beliaulah sosok yang telah mengajarkan umatnya untuk menjadi pribadi-pribadi yang pandai bersyukur atas nikmat rezeki ini. Allah SWT berfirman dalam Al Quran,

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 152)

Ayat ini mengingatkan kita pentingnya bersyukur kepada Allah SWT. Terkadang, dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering lupa akan berbagai karunia yang Allah berikan. Sebagai seorang Muslim, kita juga diberi nikmat berupa iman dan Islam.

Dengan meningkatkan sikap syukur, insya Allah kita dapat mencapai tingkat ketakwaan. Sikap syukur juga berkaitan dengan keberkahan. Orang yang rajin bersyukur, insya Allah, akan diberkahi dalam hidupnya. Dia akan merasa cukup dengan apa pun rezeki yang diberikan.

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah…

Syukur kepada Allah di masyakarat sering kali direduksi pada ucapan tahmid kosong belaka yaitu “al-hamdu lillah” atau “as-syukru lillah.” Padahal selain ucapan tahmid, syukur itu mesti dipahami sebagai pendayagunaan nikmat sesuai dengan ketentuan syariat.

 

Nikmat fisik, nikmat makanan, nikmat penciptaan hewan, tumbuhan, udara, air, api, dan alam semesta mesti disyukuri dengan memperlakukan sebagai sesuai dengan ketentuan Allah. Oleh karenanya, kita perlu mengingat betul tujuan dasar penciptaan itu semua, yaitu penggunaan nikmat untuk penghambaan kepada Allah.

Mata digunakan untuk melihat apa, Telinga untuk mendengar apa. Mulut untuk berkata apa. Tangan untuk berbuat apa. Kaki untuk apa dan menuju ke mana. Semua nikmat tersebut tidak boleh disalahgunakan. Penyalahgunaan atas nikmat itu disebut sebagai salah satu bentuk kufur nikmat.

Sayyid Muhammad Az-Zabidi dalam Kitab Ithafus Sadatil Muttaqin, mengatakan, ucapan tahmid “al-hamdu lillah” atau “as-syukru lillah” penting. Tetapi dalam konteks mensyukuri nikmat, orang yang memuji Allah melalui tahmid harus memahami maknanya. Syukur itu bukan sekadar kerja lisan melalui tahmid kosong. Syukur merupakan kesadaran atas hadirnya nikmat Allah yang diekspresikan secara lisan.

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah…

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, dengan sangat cermat dan rinci, Imam al-Ghazali menguraikan tentang hakikat syukur dan langkah-langkah untuk merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bersyukur menurut Imam al-Ghazali, mencakup tiga hal; yakni ilmu, hal, dan amal.

Apa yang dimaksud dengan ilmu adalah pengetahuan tentang nikmat yang dianugerahkan oleh sang pemberi nikmat atau al-mun’im.

Sedangkan hal merupakan rasa gembira yang terjadi karena pemberian nikmat. keadaan (haal) yang diekspresikan seseorang bisa mengungkapkan apakah syukurnya tersebut hakiki atau hanya sebuah kepalsuan belaka.

Beliau lantas menerangkan definisi mengekspresikan syukur yang hakiki adalah sebagai berikut,

الفَرَحُ بِالْمُنْعِمِ مَعَ هَيْئَةِ الْخُضُوْعِ وَالتَّوَاضُعِ

“Eskpresi kebahagiaan terhadap sang pemberi nikmat dengan penuh ketundukan dan kerendahan diri.”

Dari sini bisa dipahami bahwa ekspresi syukur yang benar bukanlah terhadap nikmat yang diberi akan tetapi karena siapa yang memberi. Sehingga dalam keterangan selanjutnya, masih dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, beliau berkata,

أَنْ يَكُوْنَ فَرَحُكَ بِالْمُنْعِمِ لَابِالنِّعْمَةِ وَلَابِالْإِنْعَامِ

“Kebahagiaanmu (atas nikmat) hendaknya karena sang pemberi nikmat bukan karena nikmat atau pemberiaan itu sendiri.”

Sementara itu, amal berarti melakukan apa yang menjadi tujuan dan disukai oleh Sang Pemberi Nikmat, Allah SWT.  Amal terkait dengan tiga hal yaitu hati, lisan dan anggota-anggota tubuh.

Kaitannya amal dengan hati adalah kehendak hati untuk melakukan kebaikan dan menyimpannya untuk semua makhluk.

Lalu, kaitan amal dengan lisan adalah menampakkan rasa syukur kepada Allah SWT dengan menyenandungkan berbagai pujian dalam rangka menunjukan rasa terima kasih.

Adapun kaitan amal dengan anggota-anggota tubuh yakni menggunakan nikmat karunia Allah SWT untuk menunaikan ketaatan kepada-Nya dan menghindarkan diri dari kemungkinan menggunakannya untuk berbuat durhaka dan maksiat kepada-Nya.

Seorang Muslim, baru bisa dikatakan bersyukur kepada Allah SWT apabila ia telah menggunakan nikmat-Nya untuk hal-hal yang disenangi-Nya.

Syukur atas nikmat kedua mata yang dianugerahkan Allah SWT berarti juga menutupi setiap aib yang kita lihat pada seseorang. Syukur atas nikmat kedua telinga berarti menutupi setiap aib yang kita dengar mengenai seseorang. Sebaliknya, apabila seseorang menggunakan nikmat Allah SWT untuk melakukan hal-hal yang tidak disenangi-Nya, maka berarti ia telah kufur atau ingkar terhadap nikmat tersebut.

Sama halnya apabila seorang Muslim membiarkan begitu saja nikmat tersebut dan tidak memfungsikannya. Meskipun hal ini lebih ringan dosanya dibandingkan dengan yang sebelumnya, tapi dengan menyia-nyiakan itu, seorang Muslim dianggap telah kufur terhadap nikmat Allah SWT.

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah…

Imam Al-Ghazali menyebutkan sejumlah cara yang dilakukan para sufi untuk mengingatkan diri agar dapat mensyukuri kesempatan hidup, kesehatan, dan nikmat petunjuk di dalam ketaatan pada aturan.

Yang pertama adalah dengan menjenguk orang-orang sakit. Hal ini dilakukan guna menyadari nikmat kesehatan yang diberikan oleh Allah.

Yang kedua, mengunjungi lokasi eksekusi atas kejahatan-kejahatan pidana guna memberikan kesadaran bahwa kita selama ini mendapat bimbingan Allah sehingga tidak melakukan perbuatan kriminal.

Yang ketiga, bertakziyah, menghadiri shalat jenazah dan pemakaman guna merasakan dan menyadari nikmat kesempatan hidup.

Semua itu dilakukan agar dapat mensyukuri nikmat kesempatan hidup, nikmat kesehatan, dan nikmat petunjuk dari Allah agar senantiasa dalam kebaikan dan ketaatan.

Semoga kita semua dijadikan oleh Allah sebagai hamba yang pandai dalam mensyukuri nikmatNya, dan selalu diberikan taufik dan inayahNya untuk mempergunakan nikmat tersebut sebagai sarana beribadah kepadaNya serta dijauhkan dari hal-hal yang yang menyebabkan Amarah dan kemurkaanNya.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

 

 

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ به وَ كَفَرَ. وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ سَيِّدُ الخلائق وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ مصابيح الغرر وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله مِنْ سَمَاعِ اللَغْوِ وفُضُلِ الخَبَر وَانْتَـهُوا عَمَّا نّهّاكُمْ عَنْهُ وَزَجَر وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ أَمَرَكُم بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِه،وَثَنَّى بِالمَلَائِكَةِ المُسَبِّحَةِ لِقُدْسِهِ وَثَلَّثَ بِكُم أَيُّهَا المُؤْمِنُونَ مِن بَرِيَّةِ جِنِّهِ وَإِنْسِه وَفَالَ تَعَالَى مُخْبِرًا وَآمرًا: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيّ يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ َارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى سيدنا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اَلِ سيدنا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وارض اللهم عن الخلفاء الراشدين ساداتنا أبي بكر وعمر وعثمان وعلي وعن سائر الصحابة والتابعين والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين وعنا معهم برحمتك يا أرحم الراحمين. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَقَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اللهم أعزّ الإسلام والمسلمين واخذل الكفرة والمبتدعة والمشركين. اللهم وفّق ولاة أمورنا إلى ما فيه صلاح الإسلام والمسلمين. اللهم أحببهم للرعية وأحبب الرعية منهم. واجعل جمهورية إندونيسا هذه بلدة آمنة مطمئنّة وسائر بلدان المسلمين إنك على ما تشاء قدير. رَبَّنَا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبَنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ واسألوا من فضله يؤتكم وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ .

Tulisan Lainnya
KHUTBAH IDUL ADHA

  Oleh: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd. Khutbah I الله أكبر الله أكبر الله أكبر، الله أكبر عدد ما هلل مهلل وكبر، الله أكبر

05/06/2025 17:36 - Oleh blog pondok - Dilihat 71 kali
Berpamitan Dengan Bulan Ramadhan

Oleh: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd. (28 Maret 2025) Khutbah Pertama الْحَمْدُ لِلّٰهِ الكَبِيْرِ الـمُتَعَالِ ذِي الإِنْعَامِ وَا

28/03/2025 09:40 - Oleh blog pondok - Dilihat 79 kali
Nuzulul Quran Jejak Wahyu di Bulan Suci Ramadan

Ditulis: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd. Khutbah I الْحَمْدُ لِلّٰهِ الكَبِيْرِ الـمُتَعَالِ ذِي الإِنْعَامِ وَالإِفْضَال

13/03/2025 16:35 - Oleh blog pondok - Dilihat 48 kali
Peringatan Isra' dan Mi'raj Serta Pentingnya Menjaga Sholat Lima Waktu

Oleh: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd. Khutbah I الْحَمْدُ لِلّٰهِ الكَبِيْرِ الـمُتَعَالِ ذِي الإِنْعَامِ وَالإِفْضَال ال

20/01/2025 15:38 - Oleh Administrator - Dilihat 119 kali
Taat Kepada Pemerintah yang Sah

Oleh: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd.  Khotbah Pertama   الحمد لله أهل الحمد والثناء، المنفرد برداء الكبرياء، المتوحد بصف

30/09/2024 09:10 - Oleh Administrator - Dilihat 101 kali
Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

Oleh: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd. Khotbah Pertama إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَن

13/09/2024 12:45 - Oleh Administrator - Dilihat 139 kali
Mengingat Mati

الحمد لله ذي العزة والجبروت. مالك الملك والملكوت. الحي الدائم الذي لا يموت. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِ

09/09/2024 09:32 - Oleh Administrator - Dilihat 131 kali