• PONDOK PESANTREN YANABI'UL 'ULUM WAL HIKAM
  • Cerdas, Mandiri & Berkhlaqul Kharimah

Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

Oleh: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd.

Khotbah Pertama

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وحده لاشريك له وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه ومن سار على نهجه ودعا إِلَى الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

أما بعدُ

فيا عباد الله أوصيكم ونفسي بتقوى الله حقّ تقاته فقد فاز المتقون.

 

Hadirin Jamaah Shalat Jumat yang insyaAllah selalu berada dalam naungan rahmat dan hidayah Allah SWT

Tak henti-hentinya kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam, karunia yang teramat besar yang Allah karuniakan kepada hamba-hamba-Nya.

Dan tentunya kita bersyukur kepada Allah atas nikmat nyawa yang masih diberikan kepada kita.

Sehingga pada kesempatan ini kita masih dapat merasakan manisnya hidayah.

Shalawat serta salam semoga selalu tercurah tak henti-hentinya kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya dan para sahabatnya.

Hadirin Sidang shalat Jumat rahimakumullah…

 

Di mimbar ini saya mengajak jamaah sekalian dan diri kami khususnya untuk terus memperkokoh ketaqwaan kepada Allah SWT. allah berfirman:

يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Al-Quran, Surat Ali Imran, ayat 102)

 

Hadirin Sidang shalat Jumat rahimakumullah…

Bulan ini merupakan salah satu bulan di mana kita sebagai umat Islam harus  berbahagia. Mengapa kita harus  berbahagia? Dan bagaimana kita menyalurkan kebahagiaan tersebut?

Bagaimana tidak, pada bulan ini, yaitu bulan Rabiul Awwal, atau yang sering disebut juga dengan bulan maulid, 14 abad yang lalu, seorang Nabi terakhir terlahir ke muka bumi ini, tidak lain tidak bukan beliau adalah Rasulullah Muhammad SAW.

Bagaimana kita tidak bersuka cita? Bahkan Nabi Isa AS yang hidup sekitar 6 abad sebelum Rasulullah bersuka cita dengan adanya kabar gembira akan lahirnya Rasulullah SAW.

Dan kegembiraan tersebut disampaikan kepada umatnya.

Hal ini tercantum dalam Surat As-Saff (61) Ayat 6, Allah SWT Berfirman:

وَاِذْ قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَمُبَشِّرًاۢ بِرَسُوْلٍ يَّأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِى اسْمُهٗٓ اَحْمَدُۗ

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).”

Dan bagaimana kita tidak bersuka cita?

Bahkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang hidup 30 generasi sebelum Rasulullah Muhammad SAW telah lama berdoa kepada Allah SWT agar diutus seorang rasul dari kaumnya…

Doa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail setelah meninggikan pondasi Baitullah tersebut termaktub dalam Al-Quran surat Al-Baqarah Ayat 129:

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيْهِمْ ۗ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Artinya: Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”

 

Nabi Muhammad SAW merupakan Sosok panutan terbaik. Tokoh penerang yang membawa rahmat dan kasih sayang. Selalu memaafkan, meskipun didera cacian. Selalu menebar kebaikan, baik bagi kawan ataupun lawan. Selalu mengutamakan persatuan, daripada perpecahan. Selalu peduli dengan kaum lemah, fakir miskin, dan yatim piatu. Menjaga amanat dan menegakkan keadilan. Mengedepankan kesantunan dalam bersikap dan bertutur kata. Dakwahnya selalu meneduhkan. Cara mengajaknnya penuh dengan kelembutan dan keluhuran.

Dikisahkan, di salah satu sudut pasar kota Madinah, ada seorang pengemis yahudi buta yang selalu berseru untuk menjauhi Muhammad. Pengemis itu tak henti-hentinya mengatakan bahwa Muhammad adalah orang gila. Muhammad adalah seorang penyihir. Muhammad adalah pendusta. Muhammad tidak perlu dihiraukan ajakkannya.

Hampir tiap hari, pengemis buta ini ditemani dan disuapi oleh seorang laki-laki. Ia menyuapi dengan penuh lemah lembut dan sabar, seraya mendengarkan hinaan dan cacian yang tak henti-hentinya. Akan tetapi orang tersebut hanya diam saat teriakan dan makian itu keluar dari mulut pengemis. Terus menyuapi sampai pengemis itu merasa kenyang.

Sampai pada suatu hari, si pengemis Yahudi buta tidak lagi ditemani lagi oleh orang yang biasa menyuapinya. Kemudian datanglah orang lain yang membawakan makanan untuknya. Ia pun Duduk disampingnya dan menawarkan diri untuk menyuapinya. Sebagaimana yang biasa dilakukan oleh orang yang mendatangi  sebelumnya

Orang kedua yang menawarkan diri untuk menyuapi pengemis buta ini adalah Sy. Abu Bakar al Shidiq. Selang beberapa saat seraya menyuapi pengemis buta, hati dan kepala abu bakar mendidih mendengar makian dan cacia yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW. selama ini pengemis buta itu tidak sadar siapa sebenarnya orang yang biasa menemani dan menyuapinya tiap hari

Namun ada sesuatu yang berbeda menurut pengemis itu. Tangan yang menyuapinya dirasa bukan tangan orang biasanya.  Lalu Abu Bakar al-Shidiq mengatakan bahwa pemilik tangan yang biasa menyuapinya bernama Muhammad, yang kini telah tiada. Si pengemis buta tersentak kaget dan tersadar, betapa orang yang selama ini ia hinakan justru memperlakukannya dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang. Pada akhirnya, si pengemis buta itu mengucapkan dua kalimah syahadat

Kisah ini adalah sepenggal kecil dari laku dakwah Baginda Nabi Muhammad SAW. Tidak akan ada habisnya untuk menceritakan kembali kemuliaan dan keluhuran budi beliau. Kini, setelah hampir lima belas abad Nabi Muhammad SAW meninggalkan kita, lantas akankah kita enggan menilik sejarah hidup beliau. Membaca kembali dan menjadikannya sebagai petunjuk bagi kita. Bukankah kita selalu menyatakan, bahwa kita mencintai Nabi?

Hadirin Sidang shalat Jumat rahimakumullah

Dalam berdakwah, Rasulullah SAW mendahulukan prinsip kasih sayang, karena beliau diutus ke muka bumi ini sebagai rahmat bagi semesta alam. Dengan cara ini, dakwah lebih berjalan efektif. Terbukti mudah memberikan kesadaran umat. Sebab, sejatinya dakwah adalah menyeru dan mengajak umat manusia untuk menjadi lebih baik. Bukan menakut-nakuti dan menghardik. Bukan mencela dan menyudutkan orang lain. Allah Ta’ala berfirman:

ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجادلهم بالتى هي أحسن إن ربك هو أعلم بمن ضل عن سبيله وهو أعلم بالمهتدين

Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (Q.S. al-Nahl: 125)

Karakter dan kepribadian Nabi Muhammad SAW tak diragukan lagi. Nabi merupakan sosok ideal yang menjadi panutan dalam menjaga lisan dan perbuatan. Tidak terkecuali dalam mensyiarkan kebenaran Islam. Dengan sikapnya yang ramah, lembut dan kasih sayang, Nabi mampu memikat orang orang di sekitarnya, baik kawan maupun lawan. Sejarah telah membuktikan kepada dunia betapa Rasulullah SAW selalu berhasil menaklukkan lawan bicara dan akhirnya mereka tertarik serta masuk Islam dengan penuh kesadaran.

Keberhasilan dakwah Nabi Muhammad SAW dapat kita rasakan hingga hari ini, di mana Islam mampu menembus seluruh pelosok dunia. Keberhasilan dakwah Rasulullah dengan menggunakan akhlak yang mulia, bukan pemaksaan dan kekerasan kepada obyek dakwah. Dalam konteks sekarang, di mana perkembangan teknologi dan komunikasi kian pesat, objek dan tantangan dakwahpun juga kian kompleks, sehingga para penggiat dakwah harus mampu beradaptasi dengan bebagai perubahan yang ada.

 

Momen Maulid Nabi Muhammad SAW bisa direngkuh spiritnya, sehingga kaum muslimin dapat meneladani kepribadiannya dan meneladani strategi dakwahnya.

Karena itu, momentum peringatan bulan Maulid harus dapat dijadikan titik pijak untuk meneguhkan kembali komitmen untuk senantiasa mencontoh perilaku Nabi. Semoga momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya sekedar menjadi acara seremonial atau rutinitas belaka, namun lebih dari itu, umat Islam mampu mengambil hikmah dan meneladani sikap dan budi luhur Nabi Muhammad SAW.

قال الله تعالى في كتابه الكريم وهو أصدق القائلين:
لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الآخر وذكر الله كثيرا

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khotbah Kedua 

 

اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ به وَ كَفَرَ. وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ سَيِّدُ الخلائق وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ مصابيح الغرر وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَاعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَيَكْرَهُ سَفَاسِفَهَا يُحِبُّ مِنْ عِبَادِهِ اَنْ يَّكُوْنُوْا فِى تَكْمِيْلِ اِسْلَامِهِ وَاِيْمَانِهِ وَأنَّهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى سيدنا اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ سيدنا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وارض اللهم عن الخلفاء الراشدين ساداتنا أبي بكر وعمر وعثمان وعلي وعن سائر الصحابة والتابعين والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين وعنا معهم برحمتك يا أرحم الراحمين. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَقَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اللهم أعزّ الإسلام والمسلمين واخذل الكفرة والمبتدعة والمشركين. اللهم وفّق ولاة أمورنا إلى ما فيه صلاح الإسلام والمسلمين. اللهم أحببهم للرعية وأحبب الرعية منهم. واجعل جمهورية إندونيسا هذه بلدة آمنة مطمئنّة إنك على ما تشاء قدير.

رَبَّنَاغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبَنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ واسألوا من فضله يؤتكم وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ .

Tulisan Lainnya
KHUTBAH IDUL ADHA

  Oleh: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd. Khutbah I الله أكبر الله أكبر الله أكبر، الله أكبر عدد ما هلل مهلل وكبر، الله أكبر

05/06/2025 17:36 - Oleh blog pondok - Dilihat 71 kali
Berpamitan Dengan Bulan Ramadhan

Oleh: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd. (28 Maret 2025) Khutbah Pertama الْحَمْدُ لِلّٰهِ الكَبِيْرِ الـمُتَعَالِ ذِي الإِنْعَامِ وَا

28/03/2025 09:40 - Oleh blog pondok - Dilihat 79 kali
Nuzulul Quran Jejak Wahyu di Bulan Suci Ramadan

Ditulis: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd. Khutbah I الْحَمْدُ لِلّٰهِ الكَبِيْرِ الـمُتَعَالِ ذِي الإِنْعَامِ وَالإِفْضَال

13/03/2025 16:35 - Oleh blog pondok - Dilihat 48 kali
Peringatan Isra' dan Mi'raj Serta Pentingnya Menjaga Sholat Lima Waktu

Oleh: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd. Khutbah I الْحَمْدُ لِلّٰهِ الكَبِيْرِ الـمُتَعَالِ ذِي الإِنْعَامِ وَالإِفْضَال ال

20/01/2025 15:38 - Oleh Administrator - Dilihat 118 kali
Taat Kepada Pemerintah yang Sah

Oleh: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd.  Khotbah Pertama   الحمد لله أهل الحمد والثناء، المنفرد برداء الكبرياء، المتوحد بصف

30/09/2024 09:10 - Oleh Administrator - Dilihat 100 kali
Mengingat Mati

الحمد لله ذي العزة والجبروت. مالك الملك والملكوت. الحي الدائم الذي لا يموت. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِ

09/09/2024 09:32 - Oleh Administrator - Dilihat 131 kali
Bersyukur kepada Allah

Oleh: Mas Faruq Abdul Muid, M.Pd. الحمد لله أهل الحمد والثناء، المنفرد برداء الكبرياء، المتوحد بصفات المجد والعلاء

24/08/2024 16:34 - Oleh Administrator - Dilihat 306 kali