Pengajian Ramadhan
Bulan Ramadan menjadi momentum istimewa bagi kalangan pesantren untuk memperdalam ilmu agama sekaligus meningkatkan kualitas ibadah. Pada bulan yang penuh berkah ini, kegiatan pendidikan formal umumnya dikurangi, sedangkan pembelajaran Madrasah Diniyah reguler diliburkan sementara. Kegiatan tersebut digantikan dengan pengajian kitab secara intensif yang dikenal dengan istilah pasaran atau pengajian khataman kitab.
Tradisi ini juga dilaksanakan di Pondok Pesantren Yanabi’ul Ulum Wal Hikam (PPYU), Sidoresmo, Surabaya. Melalui program pengajian kitab Ramadan, para santri memperoleh kesempatan untuk mempelajari berbagai kitab turats bersama para pengasuh dan keluarga ndalem. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperluas wawasan keislaman, tetapi juga menjadi sarana tabarrukan, yaitu mengharap keberkahan ilmu, serta tahqiq, yakni memperdalam pemahaman terhadap materi yang dikaji.
Pengajian dilaksanakan dengan membaca kitab secara intensif dari awal hingga akhir atau khataman. Tradisi ini menjadi bagian dari upaya PPYU dalam menjaga kesinambungan kajian kitab klasik dan memperkuat hubungan keilmuan antara santri, guru, dan para ulama.
1. Kajian Kitab Turats dalam Berbagai Disiplin Ilmu
Program pengajian Ramadan PPYU menghadirkan kitab-kitab turats yang melengkapi materi pembelajaran Madrasah Diniyah reguler. Kitab-kitab yang dikaji mencakup berbagai bidang keilmuan Islam, antara lain tafsir, hadis, tasawuf, akhlak, dan fikih.
Keragaman materi tersebut memberikan kesempatan kepada santri untuk memperluas pengetahuan di luar kurikulum rutin. Santri dapat mempelajari penafsiran Al-Qur’an, memahami hadis Nabi Muhammad SAW, mendalami hukum Islam, serta memperkuat pemahaman tentang penyucian jiwa dan pembentukan akhlak.
Melalui pengajian yang berlangsung secara intensif, santri juga dapat mengenal karakteristik kitab dan pendekatan keilmuan para ulama. Dengan demikian, tradisi pasaran menjadi salah satu sarana untuk memperkaya khazanah keilmuan santri sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi pesantren.
2. Dibimbing Langsung oleh Para Pengasuh dan Keluarga Ndalem
Pengajian kitab Ramadan di PPYU diasuh oleh para pengasuh dan keluarga ndalem sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Keterlibatan para pengampu ini memberikan kesempatan kepada santri untuk mengikuti kajian kitab secara langsung di bawah bimbingan guru.
Selain mempelajari isi kitab, santri juga memperoleh pengalaman belajar dalam tradisi pesantren yang menempatkan adab, ketekunan, dan penghormatan kepada guru sebagai bagian penting dari proses menuntut ilmu.
Pengajian ini menjadi ruang bagi santri untuk memperdalam pemahaman terhadap literatur Islam sekaligus menjaga kesinambungan tradisi keilmuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
3. Pengajian Intensif dari Ba’da Subuh hingga Tengah Malam
Pengajian khataman kitab Ramadan PPYU dilaksanakan mulai ba’da Subuh hingga tengah malam. Jadwal setiap pengajian menyesuaikan waktu dan agenda masing-masing qari’ atau pengampu kitab.
Santri diberikan keleluasaan untuk memilih dan mengikuti pengajian sesuai dengan minat, kebutuhan, serta bidang keilmuan yang ingin mereka dalami. Pola ini memberikan ruang bagi santri untuk mengatur kegiatan belajar dan memaksimalkan kesempatan menuntut ilmu selama Ramadan.
Intensitas kegiatan pengajian menjadi ciri khas tradisi pasaran. Dalam waktu yang relatif singkat, santri berkesempatan mengikuti pembacaan kitab secara menyeluruh bersama pengampunya. Kesempatan ini diharapkan menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu, meningkatkan kesungguhan belajar, dan memperkuat keterikatan santri dengan tradisi literasi kitab kuning.
4. Menghidupkan Ramadan melalui Ibadah dan Tradisi Pesantren
Selain pengajian kitab, PPYU menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan yang melengkapi suasana Ramadan di lingkungan pesantren.
Salat Tarawih dan Khataman Al-Qur’an
Salat Tarawih dilaksanakan sebanyak 20 rakaat dan dilanjutkan dengan 3 rakaat Witir. Bacaan imam menggunakan tempo tadwir, yaitu bacaan dengan kecepatan sedang yang tetap memperhatikan kaidah bacaan Al-Qur’an.
Dalam rangkaian kegiatan Ramadan, pesantren juga menargetkan khataman Al-Qur’an 30 juz dalam rentang waktu sekitar 20 hingga 23 hari. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan malam-malam Ramadan melalui ibadah dan interaksi yang intensif dengan Al-Qur’an.
Buka Bersama dan Penutupan Pengajian
Pada tanggal 21 hingga 25 Ramadan, PPYU menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan penutupan pengajian kitab.
Salah satu bagian penting dalam kegiatan ini adalah prosesi ijazahan sanad, yaitu pemberian ijazah atau izin periwayatan dan pengajaran kitab sesuai dengan tradisi keilmuan yang berlaku. Prosesi tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengajian sekaligus bentuk penghormatan terhadap kesinambungan transmisi ilmu.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan musafahah, yaitu bersalam-salaman antara santri dan para pengasuh sebelum memasuki masa libur Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini mempererat hubungan kekeluargaan, menumbuhkan rasa hormat kepada guru, serta menjadi sarana saling memaafkan menjelang hari raya.
Menjaga Tradisi, Memperdalam Ilmu, dan Meraih Keberkahan
Pengajian kitab Ramadan merupakan bagian penting dari tradisi pendidikan Pondok Pesantren Yanabi’ul Ulum Wal Hikam. Melalui kajian kitab turats, bimbingan para pengasuh, dan rangkaian kegiatan ibadah, santri memperoleh kesempatan untuk memperdalam ilmu agama sekaligus meningkatkan kualitas spiritual selama bulan suci.
Tradisi pasaran juga menunjukkan bahwa pendidikan pesantren tidak terbatas pada kegiatan belajar di kelas. Proses pendidikan berlangsung melalui pengajian, keteladanan guru, pembiasaan ibadah, dan keterlibatan santri dalam kehidupan pesantren.
Melalui kegiatan ini, PPYU berupaya menjaga warisan keilmuan para ulama agar terus dipelajari dan diamalkan oleh generasi berikutnya. Harapannya, Ramadan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan kuantitas ibadah, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat pemahaman agama, memperbaiki akhlak, dan menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu.
Semoga seluruh rangkaian pengajian Ramadan di Pondok Pesantren Yanabi’ul Ulum Wal Hikam menjadi jalan memperoleh ilmu yang bermanfaat, keberkahan, dan rida Allah SWT.